Senin, Juli 15, 2024
BerandaArtikelAnalisis Retur pada KPPN Karawang

Analisis Retur pada KPPN Karawang

Oleh Nursiswanto

Retur adalah penolakan/pengembalian atas pemindahbukuan dan/atau transfer pencairan APBN dari Bank Penerima kepada bank pengirim, dengan kata lain uang tidak diterima oleh rekening penerima sekalipun SP2D sudah terbit.

Pengelolaan pengeluaran kas yang efektif dapat direalisasikan melalui penyaluran dana APBN yang tepat waktu, sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan, dan kepada penerima yang tepat. Tingkat ketepatan penyaluran dana APBN dapat diukur dengan jumlah retur SP2D dalam sebuah satuan kerja. Jika terdapat banyak retur SP2D dalam satuan kerja, hal ini menandakan adanya ketidakefektifan dalam pengelolaan dana APBN karena hak penerimaannya tertunda. Sebaliknya, jika jumlah retur SP2D dalam satuan kerja tersebut sedikit, maka pengelolaan dana APBN dianggap lebih efektif.

Ketika terjadi retur SP2D, proses pencairan dana bisa mengalami keterlambatan, yang berakibat pada adanya dana yang tidak digunakan (idle cash), pemborosan biaya dan waktu, serta pencapaian output yang kurang optimal di satuan kerja. Selain itu, penerima dana juga tidak mendapatkan pembayaran dengan tepat waktu. Dampak dari hal ini dapat menghambat upaya transformasi ekonomi inklusif yang dicanangkan oleh pemerintah.

Oleh karena itu, dalam rangka mendukung program Zero Retur, KPPN Karawang menganalisa retur yang trejadi pada tahun 2024. Berdasarkan data retur pada OM SPAN sampai dengan bulan Mei tahun 2024 di KPPN Karawang adalah sebagai berikut :

No.

Penyebab

Jumlah

1

Nomor Rekening Salah/Tidak Ditemukan

6

2

Rekening Supplier Tidak Aktif / Salah / Tidak Ditemukan

4

3

Account clossed,Funds has been transferred to the RETUR account (296474369), Journal:963506

4

 

Jumlah

14

Data OM SPAN tgl 3 Juni 2024

Berdasarkan data dimaksud, KPPN Karawang mencoba menganalisa akar penyebab terjadinya masalah tersebut (retur). Alat Analisa yang di gunakan adalah metode 5 W. Metode 5W (5 Whys) sudah dikenal sejak tahun 1930 yang dikemukakan oleh Sakichi Toyoda dan pada tahun 1970 dipopulerkan dalam Toyota Production System. Strategi 5 Whys pendekatannya adalah dengan mencari tahu apa saja seluruh masalah yang ada dan bertanya “mengapa” dan “apa yang menjadi akar masalah”. Setelah sebuah permasalahan terungkap, kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan “Why”, dan setelah dijawab akan ditanya kembali “Why”, demikian seterusnya sampai dengan “Why” kelima. Inilah mengapa teori ini disebut Strategi 5 Whys. Strategi 5W ini sangat efektif dalam pemecahan masalah terhadap proses yang terjadi.

 

Dari diagram 5 W di atas dapat diambil informasi bahwa akar dari permasalahan retur di KPPN Karawang adalah: Kurangnya pemahaman dan awareness satker akan pentingnya pengelolaan rekening dalam transaksi APBN. Dari Analisa tersebut, maka action plan yang harus di lakukan oleh KPPN Karawang adalah:

  1. Peningkatan pemahaman pengelolaan rekening ke pada satker, sehingga satker mengetahui bagaimana cara mengelola rekening dalam APBN, dari sosialisasi juga dapat dilakukan survey untuk mengevaluasi penentuan langkah pencegahan retur SP2D.
  2. Meningkatkan kesadaran/awareness satker akan pentingnya kecepatan dan ketepatan waktu penyaluran APBN secara optimal, sehingga dana akan tersalur secara tepat waktu.

Action plan tidak akan berjalan optimal jika hanya di laksanakan oleh satu pihak. Kolaborasi KPPN dan satker untuk memahami pentingnya zero retur merupakan factor kunci keberhasilan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine
Google search engine

Berita Populer

Komentar