Senin, Mei 20, 2024
BerandaArtikelSTRATEGI ORGANISASI KPPN SUMEDANG TAHUN 2024

STRATEGI ORGANISASI KPPN SUMEDANG TAHUN 2024

Oleh : Kepala KPPN Sumedang

Visi, Misi, Tugas, dan Fungsi

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Sumedang merupakan salah satu unit intansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan di daerah, yang melaksanakan tugas dan fungsi organisasi guna mewujudkan visi Direktorat Jenderal Perbendaharaan, yaitu Menjadi Pengelola Perbendaharaan Negara yang Unggul di Tingkat Dunia dalam rangka mendukung pencapaian visi Kementerian Keuangan “Mewujudkan Perekonomian Indonesia yang Produktif, Kompetitif, Inklusif, dan Berkeadilan”.

Misi organisasi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Sumedang dapat diraih melalui perwujudan misi organisasi, meliputi: mewujudkan pengelolaan kas negara yang pruden, efisien, dan optimal; mendukung kinerja pelaksanaan APBN yang efisien, efektif, dan akuntabel; mewujudkan akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah yang akuntabel, transparan, andal dan tepat waktu; dan mengembangkan kapasitas pendukung sistem perbendaharaan yang andal, profesional, dan modern.

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Sumedang menjalankan tugas pemerintahan dalam bidang perbendaharaan negara. Adapun tugas yang harus dilaksanakan sebagaimana diatur dalam Pasal 31 Peraturan Menteri Keuangan nomor 262/PMK.01/2016, yaitu; melaksanakan kewenangan perbendaharaan dan bendahara umum negara, penyaluran pembiayaan atas beban anggaran, serta penatausahaan penerimaan dan pengeluaran anggaran melalui dan dari kas negara berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Sumedang melaksanakan tugas-tugas tersebut, dengan menjalankan fungsi; a) Pengujian terhadap surat perintah pembayaran berdasarkan peraturan perundang-undangan; b). Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dari kas negara atas nama Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN); c) Penyaluran pembiayaan atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN); d) penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari Kas Negara; e) penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara; f) Pelaksanaan verifikasi transaksi keuangan dan akuntansi serta pertanggungjawaban bendahara; g) Pembinaan dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP); h) Pelaksanaan tugas kepatuhan internal; i) Pelaksanaan manajemen mutu layanan; j) Pelaksanaan manajemen hubungan pengguna layanan (customer relationship management); k) Pelaksanaan tugas dan penyusunan laporan Pembina Pengelola Perbendaharaan (treasury management representative); l) Pelaksanaan dukungan penyelenggaraan sertifikasi bendahara; m) Pengelolaan rencana penarikan dana; n) Pengelolaan rekening pemerintah; o) Pelaksanaan fasilitasi Kerjasama Ekonomi dan Keuangan Daerah; p) Pelaksanaan layanan bantuan (helpdesk) penerimaan negara; q) Pelaksanaan sistem akuntabilitas dan kinerja; r) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi Kredit Program; s) Pelaksanaan Kehumasan dan layanan Keterbukaan Informasi Publik (KIP); dan t) Pelaksanaan administrasi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Sumedang dalam rangka mendukung penguatan peran Ditjen Perbendaharaan menjalankan tugas Financial Advisor. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Sumedang dalam melaksanakan tugas tersebut dengan menjalankan fungsi koordinasi dan pendampingan pelaksanaan tata kelola keuangan pemerintah pusat kepada intansi vertikal di daerah penerima alokasi APBN dalam wilayah Kabupaten Sumedang, serta fungsi koordinasi dan pendampingan tata kelola keuangan daerah kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.

Perspektif dan Sasaran Strategis

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Sumedang dalam mengukur keberhasilan kinerjanya menggunakan dasar 4 (empat) perspektif yang di dalamnya telah ditetapkan sasaran strategis, sebagai berikut :

  1. Learning and Growth Perspective, melihat keberhasilan pembelajaran dan pertumbuhan organisasi melalui tolok ukur pencapaian sasaran strategis, sebagai berikut: a) Penguatan tata kelola dan budaya kerja dalam ekosistem kolaboratif; b) Pengelolaan organisasi dan SDM yang adaptif; dan c) Pengelolaan keuangan dan BMN yang akuntabel.
  2. Internal Process Perspective, melihat keberhasilan proses internal organisasi melalui tolok ukur pencapaian sasaran strategis, adalah : a) Komunikasi, edukasi, dan standardisasi yang berkesinambungan; b) Pengelolaan pengeluaran negara yang prudent, efektif, dan efisien; c) Pelaksanaan anggaran yang optimal; dan d) Pertanggungjawaban keuangan negara yang akuntabel.
  3. Customer Perspective, melihat keberhasilan dari pelanggan melalui tolok ukur pencapaian sasaran strategis : dukungan manajemen yang efektif.
  4. Stakeholder Perspective, melihat keberhasilan mitra organisasi melalui tolok ukur pencapaian sasaran strategis : perbendaharaan negara yang optimal.

Lingkungan Organisasi

Lingkungan organisasi merupakan seperangkat kekuatan di sekitar organisasi yang berpotensi mempengaruhi operasional organisasi dalam mencapai tujuan. Terdapat 2 (dua) jenis lingkungan organisasi berdasar karakteristiknya, yaitu; lingkungan internal dan lingkungan rksternal. Lingkungan internal organisasi memiliki karakteristik kecenderungan lebih dalam kemampuan pengendalian organisasi,dan sebaliknya dengan lingkungan eksternal organisasi.

Kemampuan organisasi dalam mengenal lingkungannya akan sangat membantu dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program kerja organisasi. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Sumedang dalam menjalankan tugas pemerintah memiiki lingkungan internal; sumber daya manusia, peralatan dan mesin, alokasi anggaran, standar operational prosedur, dan nilai/budaya organisasi, serta dengan lingungan eksternal; pelanggan dan pemangku kepentingan.

Pemangku Kepentingan

Merupakan pihak eksternal Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Sumedang yang memiliki hubungan dengan isu dan/atau permasalahan pelaksanaan tugas dan fungsi setiap subbagian/seksi, antara lain: 1) Satuan Kerja, merupakan unit kerja instansi pemerintah pusat dan daerah yang menerima alokasi, mengelola, melaksanakan dan mempertanggungjawabkan APBN, 2) Pemerintah Daerah, 3) Perbankan, lembaga keuangan mitra pelaksana proses penerimaan negara, 4) Penyalur KUR dan Umi, 5) Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat, 6) Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan, 7) KPKNL Bandung, selaku pembina pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), 8) KPP Pratama Sumedang selaku mitra implementasi budaya Kemenkeu Satu, 9) Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumedang, 10) Kantor Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Jawa Barat, 11) PT TELKOM dan 12) Media Massa sebagai mitra srrategis Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Sumedang dalam penyampaian informasi kepada publik secara akurat dan akuntabel.

Analisa Lingkungan Eksternal

Analisa lingkungan eksternal merupakan pemindaian terhadap lingkungan operasi eksternal organisasi yang mampu mengidentifikasi peluang dan ancaman strategis dalam lingkungan operasi oragnisasi. Analisa lingkungan eksternal organisasi menggunakan Analisa PEST yaitu analisa lingkungan eksternal dengan mempertimbangkan faktor; Political, Environmental, Social, dan Technological. Hasil analisa PEST menghasilkan:

  1. Political : 1) Penguatan peran KPPN sebagai Financial Advisor; 2) Peningkatan sarana dan prasarana layanan internal dan eksternal; 3) Peningkatan peran pimpinan unit kerja selaku representasi Kementerian Keuangan dalam forum koordinasi daerah; 4) Mewujudkan belanja pemerintah yang lebih berkualitas (spending better); 5) Penguatan karakter pegawai melalui program pembinaan mental; 6) Penguatan organisasi melalui implementasi learning organization; 7) Peningkatan sinergi antara KPPN dengan pemerintah daerah; 8) Sinergi antar Kemenkeu Satu terjalin dengan baik; 9) Pembangunan zona integritas; 10) Perubahan regulasi pelaksanaan anggaran; 11) Perubahan SOP pelaksanaan tugas KPPN.
  2. Environtmental / Economic: 1) Perubahan iklim yang berdampak pada pelaksanaan tupoksi; 2) Peningkatan penggunaan dana untuk pelaksanaan tugas FA; 3) Pelaksanaan tugas dengan basis go green dan sustainability; dan 4)Kondisi perekonomian yang mempengaruhi pengadaan barang/jasa di satuan kerja.
  3. Social : 1) Penggunaan perangkat kerja manual ke perangkat kerja digital (TTE, Digipay, Cashless); 2) Tuntutan peningkatan kualitas layanan kepada satker; 3) Ketidaksesuaian pemahaman flexible working hour oleh satuan kerja; 4) Belum optimalnya budaya transfer knowledge pengelolaan keuangan pada satuan kerja; 5) Perbedaan motivasi satuan kerja dalam menyelesaikan tugas sebagai mitra; 6)Tingkat komitmen dan peran mitra kerja yang belum sama; 7) Budaya Kemenkeu Satu; 8) Branding Peran KPPN sebagai Kuasa BUN-D dan Financial Advisor; dan 9) Pimpinan unit kerja sebagai role model perubahan.
  4. Technological : 1)Pelaksanaan proses bisnis menggunakan perangkat teknologi informasi;

Kesadaran keamanan informasi; 2) Pengolahan data untuk keperluan manajemen dan stakeholder; 3)Publikasi melalui medsos; dan 4) Peningkatan kualitas aplikasi gajiweb.

Berdasarkan hasil analisa PEST di atas, maka diketahui :

  1. Peluang (Opportunitiest) sebagai berikut : 1)Penguatan peran KPPN sebagai Financial Advisor. (O1); 2) Peningkatan peran pimpinan unit kerja selaku representasi Kementerian Keuangan dalam forum koordinasi daerah. (O2); 3) Penguatan karakter pegawai melalui program pembinaan mental. (O3); 4) Penguatan organisasi melalui implementasi learning organization. (O4); 5)Sinergi antar Kemenkeu Satu terjalin dengan baik. (O5); 6) Pembangunan zona integritas. (O6); 7) Peningkatan penggunaan dana untuk pelaksanaan tugas Financial Advisor. (O7); 8)Pelaksanaan tugas dengan basis go green dan sustainability. (O8); 9) Penggunaan perangkat kerja manual ke perangkat kerja digital. (O9); 10) Budaya Kemenkeu Satu. (O10); dan 11) Branding peran KPPN sebagai Kuasa BUN-D dan Financial Advisor. (O11); Pelaksanaan proses bisnis menggunakan perangkat teknologi informasi. (O12); Kesadaran keamanan informasi. (O13); Pengolahan data untuk keperluan manajemen dan stakeholder. (O14); Publikasi melalui medsos. (O15); dan 16) Peningkatan kualitas aplikasi gajiweb. (O16).
  2. Ancaman (Threads) sebagai berikut : 1) Peningkatan sarana dan prasarana layanan internal dan eksternal. (T1); Mewujudkan belanja pemerintah yang lebih berkualitas (spending better). (T2); 3) Perubahan regulasi pelaksanaan anggaran. (T3); 4) Perubahan SOP pelaksanaan tugas KPPN. (T4); 5) Peningkatan sinergi antara KPPN dengan pemerintah daerah. (T5); 6) Perubahan iklim yang berdampak pada pelaksanaan tugas. (T6); 7)Kondisi perekonomian yang mempengaruhi pengadaan barang/jasa di satuan kerja. (T7); 8) Tuntutan peningkatan kualitas layanan kepada satker. (T8); 9) Ketidaksesuaian pemahaman flexible working hour KPPN oleh satuan kerja. (T9); 10) Belum optimalnya budaya transfer knowledge pengelolaan keuangan pada satuan kerja. (T10); 11) Perbedaan motivasi satuan kerja dalam menyelesaikan tugas sebagai mitra. (T11); dan 12) Tingkat komitmen dan peran mitra kerja yang belum sama. (T12).

Analisa Lingkungan Internal

Analisa lingkungan internal adalah pemindaian terhadap lingkungan operasi internal organisasi yang mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan strategis dalam lingkungan operasi organisasi. Analisa lingkungan internal organisasi menggunakan Analisa 5M yaitu analisa lingkungan internal dengan mempertimbangkan faktor; Man, Money, Machine, Materials dan Methode. Hasil analisa 5 M, antara lain :

  1. Man (Sumber Daya Manusia) : 1) Pimpinan unit kerja sebagai role model perubahan; 2) Ketersediaan SDM yang handal atau yang memiliki kompetensi dalam bidang teknologi informasi; 3)Perbedaan kompetensi teknis yang dimiliki oleh setiap pegawai; dan 4) Perlunya peningkatan kemampuan pelaksanaan tugas tematik.
  2. Money (Alokasi Anggaran) : 1) Alokasi Anggaran belum memadai untuk pelaksanaan tugas dan fungsi; 2) Potensi ketidaksesuaian besaran alokasi per kegiatan sebagai akibat penambahan tugas-tugas baru; 3) Tercukupinya alokasi anggaran untuk pembenahan aula.
  3. Machine (Peralatan): 1) Infrastruktur dan perangkat berbasis teknologi informasi perlu ditingkatkan; 2) Performa aplikasi yang perlu lebih ditingkatkan lagi; 3)UPS yang tersedia belum mencukupi; dan 4)Kondisi aula yang kurang representatif akibat gempa bumi.
  4. Materials (Bahan Pendukung) adalah Ketersediaan jaringan internet yang memadai.
  5. Method (Proses Bisnis) : 1)Ketersediaan management toois yang handal; 2) Ketersediaan SOP yang handal dan berkelanjutan; 3) Ketersediaan tata naskah surat dinas secara elektronik; 4) Ketersediaan sarana peningkatan kapasitas SDM berupa training, KMS, dan sertifikasi dalam rangka mendukung tugas TREFA; dan 5) Ketersediaan shadow organization.

Berdasarkan Analisa 5 M di atas, maka diketahui

  1. Strengths (Keunggulan) : 1) Pimpinan unit kerja sebagai role model perubahan. (S1); 2) Ketersediaan SDM yang handal atau yang memiliki kompetensi dalam bidang teknologi informasi. (S2); 3) Tercukupinya alokasi anggaran untuk pembenahan aula. (S3); 4) Ketersediaan jaringan internet yang memadai. (S4); 5) Ketersediaan management tools yang handal. (S5); 6) Ketersediaan SOP yang handal dan berkelanjutan. (S6); 7) Ketersediaan tata naskah surat dinas secara elektronik. (S7); 8) Ketersediaan sarana peningkatan kapasitas SDM berupa training, KMS, dan sertifikasi dalam rangka mendukung tugas TREFA. (S8); dan 9) Ketersediaan shadow organization. (S9)
  2. Weaknesses (kelemahan) : 1) Perbedaan kompetensi teknis yang dimiliki oleh setiap pegawai. (W1); 2) Perlunya peningkatan kemampuan pelaksanaan tugas tematik. (W2); 3) Alokasi Anggaran belum memadai untuk pelaksanaan tugas dan fungsi. (W3); 4) Potensi ketidaksesuaian besaran alokasi per kegiatan sebagai akibat penambahan tugas-tugas baru. (W4); 5) Infrastruktur dan perangkat berbasis teknologi informasi perlu ditingkatkan. (W5); 6) Performa aplikasi yang perlu lebih ditingkatkan lagi. (W6); 7) UPS yang tersedia belum mencukupi. (W7); dan 8) Kondisi aula yang kurang representatif akibat gempa bumi, (W8)

Alternatif Strategi Organisasi

Alternatif strategi organisasi menggunakan Metode TOWS. TOWS merupakan metode penyusunan strategi organisasi berdasarkan hasil Analisa Lingkungan Eksternal dan Internal Organisasi. Terdapat 4 (empat) alternatif strategi organisasi, yaitu :

  1. Maxi – Maxi

Merupakan alternatif strategi organisasi untuk memanfaat keunggulan guna mewujudkan peluang organisasi. Alternatif strategi ini berdasarkan penggabungan antara keunggulan dengan peluang, diperoleh alternatif strategi:

  • S1, S2, S5, S8 – O1, O2, O5, O8, O10, O11 : Optimalisasi peran pimpinan sebagai role model, SDM dan management tools yang handal, serta sarana peningkatan kapasitas SDM, guna meningkatkan; peran KPPN sebagai Financial Advisor, representasi Kementerian Keuangan dalam forum koordinasi daerah, sinergi antar Kemenkeu Satu, pelaksanaan tugas dengan basis go green dan sustainability, implementasi budaya Kemenkeu Satu, dan peran KPPN sebagai Kuasa BUN-D.
  • S2, S4 : O3, O4, O9, O12, O13, O14, O15, O16 : Optimalisasi SDM yang handal dan jaringan internet yang memadai guna meningkatkan; karakter pegawai, implementasi learning organization, penggunaan perangkat kerja digital dqn teknologi infornasi, keamanan informasi, pengolahan data, publikasi, dan aplikasi gaji web.
  • S1, S2, S6, S7 : O6 : Optimalisasi peran pimpinan sebagai role model, SDM yang handal, SOP yang handal dan berkelanjutan, serta tata naskah surat dinas secara elektronik guna meningkatkan pembangunan zona integritas.

2. Maxi – Mini

Merupakan alternatif strategi organisasi untuk memanfaatkan keunggulan guna menghadapi tantangan organisasi. Alternatif strategi ini berdasarkan penggabungan antara keunggulan dengan ancaman.

  • S1, S2, S5, S8 – T1, T2, T5, T6 : Optimalisasi peran pimpinan sebagai role model, SDM dan management tools yang handal, serta sarana peningkatan kapasitas SDM, guna menangani kesenjangan; kemampuan pengolahan data untuk kajian dan pelaksanaan tugas tematik, infrastruktur dan perangkat berbasis teknologi informasi, serta performa aplikasi.
  • S2, S4 : T3, T4 : Optimalisasi SDM yang handal dan jaringan internet yang memadai guna menangani kesenjangan alokasi anggaran dan alokasi per kegiatan.
  • S2, S5 : T7 : Optimalisasi SDM dan management tools yang handal guna menangani kesejangan ketersediaan UPS.
  • S3 : T8 : Optimalisasi alokasi anggaran guna menangani perbaikan aula yang representatif.

3. Mini – Maxi

Merupakan alternatif strategi organisasi untuk mengatasi kelemahan organisasi dengan mempertimbangkan pemanfaatan peluang yang ada. Alternatif strategi ini berdasarkan penggabungan antara kelemahan dengan peluang.

  • W1, W2, W5, W6 : O1, O2, O9, O11, O14, O15, O16 : Pemenuhan; kompetensi teknis, kemampuan pelaksanaan tugas tematik, perangkat berbasis teknologi informasi, dan performa aplikasi guna mengoptimalkan; peran KPPN sebagai Financial Advisor, representasi Kementerian Keuangan dalam forum koordinasi daerah, sinergi antar Kemenkeu Satu, penggunaan perangkat kerja digital, peran KPPN sebagai Kuasa BUN-D, pengolahan data, publikasi, dan kualitas aplikasi gajiweb.
  • W8 : O10, O11 : Pemenuhan aula yang representatif guna mengoptimalkan; budaya Kemenkeu Satu, dan peran KPPN sebagai Kuasa BUN-D.

4. Mini – Mini

Merupakan alternatif strategi organisasi untuk menangani kelemahan organisasi dengan mempertimbangkan penanganan ancaman. Alternatif strategi ini berdasarkan penggabungan antara kelemahan dengan ancaman.

  • W1, W2, W5, W6 : T2, T3, T4,T5, T7, T8, T9, T10, T11, T12 : Pemenuhan; kompetensi teknis, kemampuan pelaksanaan tugas tematik, perangkat berbasis teknologi informasi, dan performa aplikasi guna terlaksanakannya; belanja pemerintah yang lebih berkualitas, perubahan regulasi pelaksanaan anggaran, perubahan SOP pelaksanaan tugas KPPN, sinergi antara KPPN dengan pemerintah daerah, penanganan kondisi perekonomian yang mempengaruhi pengadaan barang/jasa oleh satuan kerja, peningkatan kualitas layanan kepada satker, kesepemahaman flexible working hour KPPN oleh satuan kerja, budaya transfer knowledge pengelolaan keuangan pada satuan kerja, kesamaan motivasi satuan kerja dalam menyelesaikan tugas sebagai mitra, serta kesamaan tingkat komitmen dan peran mitra kerja.

Prioritas Strategi Organisasi

Berdasarkan hasil analisa TOWS, maka ditetapkan prioritas strategi organisasi, sebagai berikut :

  1. Optimalisasi peran pimpinan sebagai role model, SDM dan management tools yang handal, serta sarana peningkatan kapasitas SDM, guna meningkatkan; peran KPPN sebagai Financial Advisor, representasi Kementerian Keuangan dalam forum koordinasi daerah, sinergi antar Kemenkeu Satu, pelaksanaan tugas dengan basis go green dan sustainability, implementasi budaya Kemenkeu Satu, dan peran KPPN sebagai Kuasa BUN-D.
  2. Optimalisasi SDM yang handal dan jaringan internet yang memadai guna meningkatkan; karakter pegawai, implementasi learning organization, penggunaan perangkat kerja digital dqn teknologi infornasi, keamanan informasi, pengolahan data, publikasi, dan aplikasi gajiweb.
  3. Optimalisasi peran pimpinan sebagai role model, SDM dan management tools yang handal, serta sarana peningkatan kapasitas SDM, guna menangani kesenjangan; kemampuan pengolahan data untuk kajian dan pelaksanaan tugas tematik, infrastruktur dan perangkat berbasis teknologi informasi, serta performa aplikasi.
  4. Pemenuhan; kompetensi teknis, kemampuan pelaksanaan tugas tematik, perangkat berbasis teknologi informasi, dan performa aplikasi guna mengoptimalkan; peran KPPN sebagai Financial Advisor, representasi Kementerian Keuangan dalam forum koordinasi daerah, sinergi antar Kemenkeu Satu, penggunaan perangkat kerja digital, peran KPPN sebagai Kuasa BUN-D, pengolahan data, publikasi, dan kualitas aplikasi gajiweb.
  5. Pemenuhan; kompetensi teknis, kemampuan pelaksanaan tugas tematik, perangkat berbasis teknologi informasi, dan performa aplikasi guna terlaksanakannya; belanja pemerintah yang lebih berkualitas, perubahan regulasi pelaksanaan anggaran, perubahan SOP pelaksanaan tugas KPPN, sinergi antara KPPN dengan pemerintah daerah, penanganan kondisi perekonomian yang mempengaruhi pengadaan barang/jasa oleh satuan kerja, peningkatan kualitas layanan kepada satker, kesepemahaman flexible working hour KPPN oleh satuan kerja, budaya transfer knowledge pengelolaan keuangan pada satuan kerja, kesamaan motivasi satuan kerja dalam menyelesaikan tugas sebagai mitra, serta kesamaan tingkat komitmen dan peran mitra kerja.
  6. Penyesuaian alokasi anggaran dan kesenjangan alokasi antar kegiatan guna terlaksananya peningkatan sarana dan prasarana layanan internal dan eksternal, serta penanganan dampak perubahan iklim terhadap pelaksanaan tugas.

Implementasi Strategi Organisasi

Lingkungan organisasi yang semakin kompleks dan perubahan yang semakin dinamis sangat memerlukan strategi yang lentur dan pro perubahan. Kemampuan SDM dalam mengelola perubahan menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi strategi organisasi. Strategi organisasi yang telah ditetapkan sebagai skala prioritas menjadi dasar petunjuk bagi seluruh komponen organisasi dalam menjalankan tugas dan fungsi guna mewujudkan tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan melalui kontrak kinerja. Untuk itu, seluruh struktur yang berada dalam lingkup organisasi dalam menjalankan tugas dan fungsi harus sejalan dengan strategi yang telah ditetapkan. Keberhasilan implementasi strategi organisasi sangat tergantung kepada faktor komitmen organisasi dalam menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan strategi. Implementasi atas strategi organisasi memerlukan perangkat pelaksanaan yang sejalan dengan prinsip-prinsip manajemen, yaitu ; plan, do, check, dan act.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Berita Populer

Komentar