Selasa, April 23, 2024
BerandaHeadlineDiduga Laporkan Warganya ke Polisi, Kades Citengah di Tuntut Mundur

Diduga Laporkan Warganya ke Polisi, Kades Citengah di Tuntut Mundur

Sumedang, SMI.- Tiga orang warga Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang dipanggil ke Polres Sumedang atas tuduhan penggelapan Pendapatan Asli Desa ( PADes), dari hasil penjualan daun teh yang diduga dilaporkan Kepala Desa Citengah  Otong Sumarna.

Adanya pelaporan tersebut, membuat warga geram, pasalnya pihak terlapor tidak tahu- menahu tentang PADes dan merasa tidak melakukan kesalahan, apalagi mereka hanya warga biasa dan bukan bagian dari Perangkat Desa.

Pelaporan yang diduga dilakukan Kades Citengah tersebut dinilai sudah mencoreng nama baik warga desanya sendiri.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Citengah Otong Sumarna mengundang pihak terlapor atas nama Yusup, Adang dan Dadan Ahdan untuk memberikan klarifikasi tentang adanya pelaporan tersebut, Senin (26/2/2024).

Dalam Pertemuan yang dihadiri  seluruh perangkat desa, BPD, Babinsa dan tiga orang terlapor dengan keluarganya dan disaksikan sekitar 70 orang warga. Kedua belah pihak saling melontarkan fakta dan sanggahan serta para terlapor mengeluarkan uneg-unegnya.

Akan tetapi, pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil dan tidak ada kesepakatan yang terjadi. Alhasil muncul mosi ketidakpercayaan Masyarakat kepada Kepala Desa dan meminta kades untuk mengundurkan diri.

Warga merasa dengan kejadian ini,  kadesnya bukan mengayomi masyarakat tetapi membuat resah dan menciderai Masyarakat.

Dadan Ahdan

Dadan Ahdan warga yang menjadi terlapor mengatakan bahwa dirinya tidak tahu – menahu mengenai pengelolan daun teh, dirinya merasa dirugikan karena pencemaran nama baik. Apalagi sekarang kades mengundang dirinya dan keluarga untuk klarifikasi, sehingga membuat resah keluarga.

“Ini harus diselesaikan sampai tuntas, bukan sekedar klarifikasi Kades saja, siapa yang melaporkannya dan maksud tujuannya apa? ini perlu dilanjutkan” Ucapnya.

Sementara itu, Kades Citengah Otong Sumarna membantah dengan tegas bahwa dirinya sudah melaporkan ketiga warganya.

“Walaupun dalam anggaran tahun 2023 tidak ada pemasukan dari hasil penjualan daun teh, dan tidak dimasukan dalam PADes karena dari tahun 2023 sampai sekarang tidak ada pemasukan sedangkan tahun sebelumnya 2022 ada dalam PADes, karena ada pemasukan” katanya.

Y. Rusmana

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Berita Populer

Komentar